Seputar Manajemen Keuangan Usaha
Heyhoooo readersss! apa kabaaaar? di pandemi yang sedang terjadi ini tetap stay safe and fit ya! aku balik lagi nih dengan pembahasan baru, jangan bosen bosen belajar dan mencari ilmu ya! XD kali ini aku akan bahas seputar manajemen keuangan, dari pada basa basi langsung aja yuk!
Pengertian Manajemen Keuangan sendiri adalah segala sesuatu kegiatan dalam perusahaan yang berhubungan dengan cara menggunakan atau mengalokasikan dana, dan mengelola aset yang dimiliki dengan baik dan benar dan tepat sasaran, jadi dalam manajemen keuangan ini tidak asal asalan dalam mengeluarkan uang, harus di telusuri dulu maksud dan tujuan dalam mengeluarkan uang supaya bisa mencapai tujuan utama perusahaan.
Dalam manajemen keuangan sering kita dengar sebuah kata yaitu Sumber Dana, sumber dana pun dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Sumber Internal Perusahaan
yaitu dana yang di dapat dari laba perusahaan yang di peroleh dalam periode tertentu.
2. Sumber eksternal perusahaan
yaitu dana yang berasal dari kreditur dan pemilik perusahaan
selain itu sumber dana juga umumnya ada 3 jenis yaitu :
1. Sumber Dana Jangka Pendek
Pendanaan perusahaan yang didapat dari sumber dana jangka pendek umumnya digunakan untuk modal kerja perusahaan. Dana yang diperoleh dengan skema ini harus dibayar/dikembalikan dalam rentang waktu setahun buku akuntansi atau kurang. Tidak boleh lebih dari satu periode akuntansi.
Contohnya adalah pinjaman dari bank jangka pendek; Pendanaan persediaan & Kredit perdagangan.
2. Sumber Dana Jangka Menengah
Umumnya, perusahaan yang sumber pendanaannya berasal dari sumber dana jangka menengah karena adanya keperluan yang ternyata tidak bisa dipenuhi oleh pendanaan jangka pendek namun terlalu berlebih atau terlalu sulit didapatkan dengan skema pendanaan jangka panjang. Rentang waktu dalam pengembalian sumber dana jangka menengah adalah lebih dari satu tahun buku akutansi dan tidak lebih dari lima tahun buku.
Contoh dari pendanaan jangka menengah adalah; Leasing, Term loan, & Equipment loan.
3. Sumber Dana Jangka Panjang
Manajer keuangan memilih menggunakan pendanaan jangka panjang umumnya karena perusahaan akan melakukan ekspansi usaha yang masif dalam skala perusahaan tersebut. Strategis bagi perusahaan. Walaupun banyak alasan alasan lain yang selain itu. Yang memerlukan pendanaan dalam jumlah yang cenderung besar bagi perusahaan.
Contohnya, perusahaan yang akan melakukan ekspansi usaha dengan mengakuisisi perusahaan sejenis atau perusahaan supplier, membeli atau membangun aset aset tetap jangka panjang seperti tanah, pabrik, mesin ataupun proyek konstruksi yang lain.
nah setelah kita bahas sumber dana tentunya ada penggunaan dana yang tidak asing lagi, Penggunaan Dana sendiri adalah suatu kegiatan dalam menggunakan atau menginvestasikan dana yang ada pada berbagai bentuk aset. Penggunaan dana tersebut dibuat dalam laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana. nah terus penggunaan dana di dalam perusahaan tuh ada apa aja sih?
1. Membayar Kewajiban (Utang)
Penggunaan dana kita lakukan untuk pembayaran utang yang jatuh tempo. Terlebih lagi untuk utang jangka panjang yang dapat menyebabkan pailit jika perusahaan tidak dapat memenuhi pembayaran tersebut.
2. Membiayai Kegiatan Operasional Perusahaan
Kita juga dapat mengeluarkan dana untuk kegiatan operasional perusahaan agar dapat berjalan dengan lancar. Jika hal ini tidak dilakukan, perusahaan bisa-bisa mengalami penurunan produktivitas dan kerugian bagi perusahaan.
3. Investasi atau Pengembangan Usaha
Manajemen keuangan dapat menginvestasikan dana yang didapatkan dalam bentuk aktiva tetap. Contohnya membangun gedung baru, perluasan usaha, membeli sarana dan prasarana yang baru untuk mengembangkan usaha perusahaan.
Selain penggunaan dana adapula Cashflow atau yang biasa disebut dengan aliran dana yang berupa laporan arus kas. laporan dana atau keuangan tersebut berisi tentang informasi penerimaan dan pengeluaran kas dalam sebuah perusahaan pada periode waktu tertentu. Karenanya laporan arus kas dapat digunakan untuk melacak pemasukan dan pengeluaran dari seluruh kegiatan perusahaan.
Laporan arus kas atau cashflow sendiri terdiri dari 3 aktivitas. Apa saja?
a. Aktivitas Operasi (Operating Activities)
Aktivitas operasi adalah laporan arus kas yang terdiri dari kegiatan operasional perusahaan. Dengan kata lain, aktivitas ini dapat diperoleh dengan memasukkan nilai dari pengaruh kas/bank pada transaksi yang dilibatkan dalam penentuan laba bersih. Sebagai contoh seperti, penjualan barang dan jasa dari pelanggan, pembelian persediaan, atau perlengkapan yang umurnya diperkirakan kurang dari setahun, utang kepada supplier dan beban operasional lainnya.
b. Aktivitas Investasi (Investing Activities)
Aktivitas investasi ini berkaitan dengan aktivitas arus kas yang dihasilkan dari penjualan ataupun pembelian aktiva tetap. Atau kegiatan memasukkan nilai dari transaksi yang mempengaruhi kas atau bank untuk kegiatan investasi pada aset yang umurnya diperkirakan lebih dari satu tahun. Contohnya, pembelian/penjualan aktiva tetap atau investasi jangka panjang lainnya.
c. Aktivitas Pendanaan (Financing Activities)
Seperti namanya, aktivitas pendanaan merupakan aktivitas kas yang berasal dari penambahan modal perusahaan. Untuk menghitung aktivitas ini, Anda dapat memasukkan nilai penambahan atau pengurangan kas yang berasal dari kewajiban jangka panjang dan ekuitas pemilik. Seperti penyetoran modal awal, utang bank atau obligasi dan penerbitan saham.
Lalu ada dua metode untuk membuat cashflow yaitu metode langsung (direct cash flow) dan metode tidak langsung (indirect cash flow).
a. Metode Langsung
Metode langsung merupakan metode membuat laporan arus kas dengan mengelompokkan kegiatan operasi ke dalam berbagai kategori. Misalnya, aktivitas operasional dibedakan akunnya sendiri-sendiri seperti akun beban penyusutan, beban amortisasi, keuntungan, dan kerugian, utang, dan sebagainya.
b. Metode Tidak Langsung
Berbeda dengan metode langsung, metode tidak langsung memusatkan perhatian pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasi. Metode tidak langsung menunjukan hubungan antara laporan keuangan laba rugi, neraca dan arus kas. Nah karena datanya sudah tersedia langsung dalam perusahaan maka metode ini lebih murah dibandingkan metode langsung. Dalam metode ini arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan disusun berdasarkan laporan laba rugi dan neraca.
Terus cara membuat cashflow gimana sih? umumnya ada 5 langkah untuk membuat cashflow nih readers. kita simak langkahnya berikut ini ya!
1. Menghitung Kenaikan atau Penurunan Kas
Langkah pertama untuk membuat cash flow adalah menghitung kenaikan atau penurunan kas perusahaan. Untuk menghitungnya kamu dapat melihat laporan arus kas dan neraca pada akun kas. Selain itu, kamu juga dapat menghitung kenaikan dan penurunan kas dengan melihat buku kas bank dan buku kas kecil.
2. Menghitung dan Melaporkan Kas Bersih yang Digunakan Pada Aktivitas Operasional
Dalam perjalanannya, kas digunakan untuk berbagai macam kegiatan. Pada langkah kedua ini kamu harus memisahkan kas yang khusus untuk kegiatan operasi. Kemudian, hitunglah jumlahnya dan buatlah laporan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional.
3. Menghitung dan Melaporkan Kas Bersih yang Digunakan Pada Aktivitas Investasi
Langkah ketiga ini sama dengan langkah kedua, hanya saja yang membedakan jenis kegiatannya yakni kegiatan investasi. Kegiatan investasi misalnya, pembelian/penjualan aktiva tetap atau investasi jangka panjang lainnya. Perhatikan kegiatan investasi yang dilakukan pada periode berjalan dan hitunglah berapa jumlah kas bersih yang digunakan.
4. Menghitung dan Melaporkan Kas Bersih yang Digunakan pada Aktivitas Pendanaan
Konsep langkah keempat ini juga sama seperti sebelumnya. Untuk menghitung kamu dapat memasukkan nilai penambahan atau pengurangan kas yang berasal dari kewajiban jangka panjang dan ekuitas pemilik.
5. Hitung dan Jumlahkan Kas Bersih dari Ketiga Aktivitas
Langkah terakhir yakni menghitung penggunaan dan penerimaan kas bersih dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Jika langkah 2, 3, dan 4 sudah kamu lakukan, maka langkah terakhir akan lebih mudah dilakukan. kamu hanya perlu membuat laporannya saja. Jangan lupa untuk memasukkan saldo kas awal periode pada perhitungannya ya readers.
okeeee jadi segitu dulu pembahasan kita kali ini ya readers, semuanya penting dan benar-benar harus diperhatikan untuk mengelola keuangan usaha kamu. semoga bermanfaat, peace and good luck! :)
sumber gambar :
https://www.bill.com/blog/cash-flow-tips-make-your-business-thrive/
https://assignmentfirm.com/hi5017-managerial-accounting.php
sumber referensi :
https://www.cermati.com/artikel/manajemen-pengertian-manajemen-fungsi-dan-jenis-keilmuan-yang-harus-kamu-tahu
https://www.jurnal.id/id/blog/contoh-cash-flow/
http://nichonotes.blogspot.com/2017/10/sumber-dana-perusahaan.html


Komentar
Posting Komentar