Analisa Kelayakan Bisnis dan Investasi
Heyhoooo readersss! aku balik lagi nih dengan bahasan baru. Kali ini aku mau bahas tentang kelayakan bisnis atau investasi. Sebelum kita bahas lebih jauh lagi, kalian udah tau belum sih definisi dari kelayakan bisnis? Kalo belum tau dan masih bingung langsung aja yuk kita bahas!
jadiiiii Studi kelayakan bisnis adalah pertimbangan awal yang harus dilakukan sebelum menjalankan usaha, dan untuk mengontrol kegiatan operasional agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Nah, maka dari itu penting banget loh guys buat kalian tau dan mengenal apa itu studi kelayakan bisnis, karena perencanaan bisnis yang matang juga akan memberikan rasa percaya diri dan juga menentukan bisnis kalian berhasil atau tidaknya dimasa yang akan datang.
Studi kelayakan bisnis pada dasarnya bertujuan untuk menentukan kelayakan bisnis berdasarkan kriteria investasi. Dan kriteria investasi digunakan untuk mengukur manfaat yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan dari suatu proyek. Untuk mengetahui kriteria tersebut, digunakan analisis finansial. Nah, untuk menentukan layak atau tidaknya suatu investasi dilakukan dalam sebuah perusahaan, kita dapat menggunakan beberapa metode penilaian investasi. Apa aja sih metodenya??? yuk simak terus ya!
1. Payback Period: Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Bisnis yang payback period-nya singkat atau cepat pengembaliannya termasuk kemungkinan besar akan dipilih.
2. Benefit Cost Ratio (B/C ratio): Ukuran perbandingan antara pendapatan dengan Total Biaya produksi (Cost = C). B berarti Benefit, sedangkan C berarti cost. Perhitungan B/C ratio ini dihitung dari tingkat suku bunga. Dalam batasan besaran nilai B/C digunakan sebagai alat untuk mengetahui apakah suatu usaha menguntungkan atau tidak menguntungkan.
3. Net Present Value (NPV): NPV adalah kriteria terpenting dalam evaluasi sebuah investasi merupakan tujuan manajemen keuangan semua perusahaan untuk meningkatkan atau menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham. NPV adalah selisih jumlah kas yang yang dihailkan sebuah proyek investasi dan nilai investasi yang diperlukan atau selisih PV dari sebuah proyek dan investasi awal.
4. Internal Rate of Return (IRR): Metode analisa investasi dengan menghitung tingkat suku bunga yang menyamakan present value (nilai sekarang) investasi saat ini dengan present value dari penerimaan arus kas dimasa yang akan datang. Metode IRR ini mungkin metode yang paling sering dilakukan. Mungkin karena mudah digunakan dan banyak yang beranggapan dan percaya bahwa perhitungan IRR adalah hitungan yang menunjukkan tingkat return yang sebenarnya.
Nah sekarang aku mau bahas penilaian investasi dengan NPV, gimana sih cara hitungnya? tenang-tenang aku bakalan kasih salah satu contoh kasus beserta penyelesaiannya :D
Rumus :

Contoh :
Sebuah Perusahaan Z ingin membeli sebuah mesin produksi. Diperkirakan untuk harga mesin tersebut adalah Rp. 160 juta dengan mengikuti aturan suku bunga pinjaman yakni sebesar 12% per tahun. Untuk Arus Kas yang masuk pada perusahaan itu diestimasikan sekitar Rp. 60 juta per tahun selama 5 tahun. Hitung nilai NPV nya!
Penyelesaiannya
Diketahui :
Ct = Rp. 60 juta
C0 = Rp. 160 juta
r = 12% (0,12)
Jawaban :

NPV = 53,57 + 47,83 + 42,71 + 38,13 + 34,05 – 160,00
NPV = 56,29
Jadi nilai untuk NPV-nya adalah Rp. 56,29 juta
Kalo kalian masih bingung tonton video penjelasan aku dan simak baik-baik ya!
sumber gambar :
· http://trainingyogyakarta.com/studi-kelayakan-investasi-2/

Komentar
Posting Komentar