Apa Itu Business Model Canvas?


Heyhoooo readers! aku balik lagi nih dengan postan baru, kalian jangan bosen-bosen belajar atau cari ilmu yaa :D kali ini aku akan ngebahas Business Model Canvas atau yang dikenal dengan singkatan BMC, dari pada basa-basi kita langsung aja bahas yuk!

Jadiiiii BMC tuh apa sih? dari definisinya Business Model Canvas (BMC) adalah suatu kerangka kerja yang membahas model bisnis dengan disajikan dalam bentuk visual berupa kanvas lukisan, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah. Model ini digunakan untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah suatu model bisnis, agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih optimal.

Nah dari definisinya aja udah bisa paham kan guys kalo BMC itu penting, terus manfaat yang bisa kita peroleh jika menerapkan BMC tuh diskusi bisnis bisa lebih terstruktur, karena pada BMC terdapat 9 aspek (nanti 9 aspek ini akan aku bahas di bawah yaa!) yang harus diisi dan dengan adanya 9 aspek ini akan sangat menolong semua peserta diskusi sehingga meeting menjadi lebih terstruktur dan tidak melenceng ke masalah lain. BMC juga bisa dipakai untuk semua jenis model bisnis seperti travelling, restoran, hotel, perkebunan, mining dan lain sebagainya.

Selain itu dengan BMC juga dapat mempercepat kita sebagai perancang bisnis apa kekurangan dan kelebihan bisnis kita, proses analisa kebutuhan dan profit juga dapat dilakukan secara cepat, lalu kita dapat mengetahui penempatan konsumen dengan produk yang ada dalam bisnis kita, dan kita akan lebih mudah untuk menentukan strategi bisnis ke depannya.

Banyak kan guys manfaat dari BMC, dan sekarang kita akan ngebahas 9 aspek yang sudah ku bilang tadi. Nah, jadi BMC itu terdiri dari 9 elemen atau yang biasa dikenal dengan sebutan the 9 building blocks, model bisnis ini pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation. Dalam buku tersebut, Alexander mencoba menjelaskan sebuah framework sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis. Berikut adalah The 9 Building Blocks :

1. Customer Segment

Customer segment adalah siapa orang-orang atau konsumen yang menjadi target bisnis.
2. Value Proposition
Value Proposition adalah manfaat yang ditawarkan organisasi kepada segmen pasar yang dilayani.
3. Channels
Channels merupakan sarana bagi organisasi untuk menyampaikan Value Proposition kepada Customer Segment yang dilayani
4. Revenue Stream
Revenue Stream merupakan komponen yang dianggap paling vital, pada komponen ini membahas mengenai dari mana dan bagaimana aliran masuk masuk pendapatan.
5. Customer Relationship
Customer Relationship yaitu cara organisasi menjalin ikatan dengan pelanggannya.
6. Key Activities
Key Activities adalah kegiatan utama organisasi untuk dapat menciptakan Proposisi Nilai.
7. Key Resources
Key Resources adalah sumber daya milik organisasi yang digunakan untuk mewujudkan proposisi nilai. Sumber daya umumnya berwujud manusia, teknologi, peralatan, channel maupun brand.
8. Key Partnership
Key Partnership merupakan sumber daya yang diperlukan oleh organisasi untuk mewujudkan proposisi nilai, tetapi tidak dimiliki oleh organisasi tersebut.
9. Cost Structure
Cost Structure adalah komposisi biaya untuk mengoperasikan organisasi mewujudkan proposisi nilai yang diberikan kepada pelanggan.
Sekarang biar kalian lebih paham, aku bakalan kasih contoh BMC dengan 9 aspek yang sudah aku jelasin diatas 


itu dia contoh dari BMC, kerangka kerjanya menarik dan dapat lebih mudah dipahami kan guys makanya bisa jadi lebih efektif juga untuk bisnis. 

sooooooo segini dulu pembahasan aku kali ini ya readers, semoga bermanfaat untuk kalian! peace and good luck! :D




sumber referensi : 

  • https://www.kaskus.co.id/thread/5805caa8162ec2b0148b4568/mengenal-teknik-bmc--business-model-canvas--dan-manfaatnya-bagi-bisnis-ukm/

Sumber gambar :

  • https://arryrahmawan.net/panduan-business-model-canvas/
  • https://austrianstartups.com/event/workshop-business-model-canvas-tirol/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hamzah Izzulhaq Menjadi Direktur Utama PT Hamasa Indonesia Di Usia Muda

Seputar Manajemen Keuangan Usaha

Business Plan